Minggu, 09 Juni 2013

tugas softskill 3 manajemen keuangan ritel


TUGAS SOFTSKILL MANAJEMEN RITEL
NAMA  : YOAN ASTRIANA
KELAS   : 3DD03
NPM     : 38210630

MANAJEMEN KEUANGAN RITEL

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN FINANSIAL

            Perencanaan dan pengendalian keuangan melibatkan proyeksi-proyeksi berdasarkan standar dan perkembangan dan umpan balik dan proses penyesuaian untuk memperbaiki prestasi kerja. Perencanaan keuangan mencakup penjualan laba dan aktiva yang didasarkan pada alternatif strategi produksi dan pemasaran untuk kemudian bagaimana menetukan kebutuhan pendanaanya.
Perencaaan keuangan adalah proses dari :
1.       Menganalisis pendanaan dan pilihan investasi yang terbuka bagi perusahaan.
2.   Memproyeksikan konsekuensi masa yang akan datang akibat keputusan saat ini, guna menghindari hal-hal yang tidak terduga dan hubungan antara keputusan saat ini dan masa yang akan datang.
3.       Menentukan alternatif mana yang akan dipilih.
4.       Mengukur hasil selanjutnya terhadap tujuan dalam rencana keuangan.

SISTEM PENGENDALIAN PERDAGANGAN RITEL

            Sistem pengendalian intern perlu diterapkan pada berbagai jenis usaha bisnis termasuk pada usaha bisnis ritel. Usaha ritel yang saat ini sedang berkembang adalah usaha ritel modern dalam bentuk swalayan. Penerapan pengendalian intern perlu dilakukan pada seluruh kegiatan operasional swalayan, termasuk yang paling utama yaitu sistem penjualan tunai dan penerimaan kas. Sistem pengendalian intern bertujuan untuk mengamankan harta perusahaan. Sebagai contoh adakah sebuah penelitian pada suatu swalayan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sistem penjualan tunai dan penerimaan kas pada swalayan yang bersangkutan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan analisis secara mendalam terhadap sistem penjualan tunai dan penerimaan kas, serta unsur-unsur pengendalian intern yaitu sttruktur organisasi.

            Sistem wewenang dan prosedur pencatatan dan praktik yang sehat. Hasil penelitian terhadap sistem penjualan tunai dan penerimaan pada swalayan, sistem penjualan tunai dilakukan oleh bagian kasir sedngakan sistem penerimaan kas dilakukan oleh bagian kasir, supervisor kasir, bagian keuangan dan manajer operasional. Sistem pengendalian intern pada penjualan tunai adalah penggunaan barcode dalam setiap transaksi pembayaran dari pembeli. Sistem pengendalian intern pada penerimaan kas memerlukan pemisahan fungsi dari bagian yang memeriksa penerimaan kas dan bagian yang melakukan pencatatan penerimaan kas dan penyetoran uang ke bank, yaitu bagian keuangan. Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk menerapkan sistem terkomputerisasi secara menyeluruh terhadap aktivitas transaksi di swalayan semakin berkembang.

ANALISIS DAN PENGENDALIAN BIAYA

            Pembanguan perekoniman indonesia pada saat ini sedang berkembang seiring dengan pertumbuhan pembangunan di bidang lainnya. Pembangunan ekonomi tersebut mnempunyai arti pengolahan kekuatan ekonomi potensial menjadi kekuatan ekonomi riil melalui penanaman modal, pembanguan teknologi serta melalui penambahan kemampuan berorganisasi dan manajemen . dengan demikian kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat sangat diharapkan untuk dapat mengolah kekuatan ekonomi potensial yang tersedia. Dalam pengertian yang lebih luas perisahaan merupakan organisasi yang terdiri dari bagian yang saling berhubungan dan bekerjasama untuk beberapa maksud atau sasaran.
            Pengendalian secara menyeluruh dalam perusahaan karena hanya dengan demikian apa yang mungkin dicapai oleh perusaahn dapat diketahui. Dalam dunia usaha yang menjadi ukuran keberhasilan perusahaan adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Semakin besar laba yang dihasilkan perusahaan, maka dapat diketahui bahwa perusahaan tersebut berhasil dengan baik dalam menjalankan usaha memperbesar jumlah laba dapat dilaksanakan melalui keputusan dengan berbagai macam cara seperti menaikkan jumlah omset penjualan, meminimalkan biaya atau menaikkan harga jual yang wajar.

Pengendalian biaya pada umumnya mencakup tiga fungsi manajemen antara lain :
1.       fungsi planning melalui penetapan sasaran dan penyusunan rencana.
2.       fungsi organizing pada tingkat operasional.
3.       fungsi controlling melalui evaluasi terhadap tujuan yang telah dicapai.
Setiap perusahaan yang ingin tetap berjalan harus mampu mempertahankan eksistensinya dituntut untuk dapat bekerja secara maksimal, efisien dan efektif. Untuk itu dibutuhkan tingkat kemampuan manajemen untyuk mngendalikan perusahaan terutama dalam meningkatkan kualitas.

ANALISIS DAN PENGENDALIAN MODAL SAHAM

            Pembangunan perekonomian di suatu negara memerlukan adanya modal yang besar. Bukan hanya model sumber daya manusia dan alam. Tetapi juga modal berupa dana yang tidak sedikit. Salah satu cara menghimpun dana yang dapat dilakukan adalah dengan menggalakan investasi. Investasi yang dianggap pa;ing cepat memberikan keuntungan adalah investasi melalui pasar modal. karena itu, pasar modal akan menjalankan penghimpun dan dari masyarakat selain sistem perbankan. Pada umumnya para investor memilih investasi dengan saham biasa, karena harapannya akan memperoleh return, yang berupa capital gain/capital loss dan dividend. Sedangakan dividend adalah sisa keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Setiap investor mempunyai preferensi yang berbeda-beda untuk return yang diharapkannya. Ketidakpastian return yang akan diperoleh merupakan resiko yang harus dihadapi oleh para investor. Karena itu investor akan berhati-hati untuk memutuskan investasi apa yang akan dipilihnya.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar